Postingan

Di balik kata

Gambar
Semua sudah tau tante, di balik retorika bahasa dan kata-katamu itu ada hal besar yang ingin kau capai. Hal yang sudah dari dulu ingin sekali kau raih, tapi apa daya, kau tidak pernah bisa merebutnya dari kami. Kalau tidak begitu, mana mungkin kau mau duduk bersama kami. Kau sudah terlalu jauh dengan kami, bukan hanya soal jarak, tapi juga level. dan kami yakin sebenarnya bukan suatu hal yang mudah bagimu untuk meluangkan waktu bersama kami, tapi kau benar-benar meniatkan untuk ini. Sudahlah tante, tidak usah lah kau mengelak dengan dalih "untuk kebaikan bersama". Kami semua sudah tau maksud dan tujuanmu dengan semua ini. Kami juga tau tatapan rendahmu terhadap kami. Sampai-sampai kau mau mengerjakan semuanya sendiri. Kau ragu dengan kemampuan kami. Kalau boleh jujur, sebenarnya kau bukan apa-apa kecuali sang perangkai kata ulung.  Kau hanya pintar menyusun rangkaian diksi dan menjadikannya sebuah perkataan yang sanggup meyakinkan orang. Tapi itu saja, tidak lebih, mungki...

Di Bawah Pohon

Gambar
Saya tidak habis pikir tempat seperti ini bisa memberi pelajaran berharga. Di bawah pohon belimbing ini saya mencoba memaknainya sebagai proses menyejarah. Di saat orang lain sibuk dengan hal-hal formalitas, masuk -keluar jelas, retorika belajar-mengajar, mengerjakan-mengkoresi uas, bimbingan-membimbing skripsi, dan yang lainnya, orang-orang di sini malah santai bermalas ria, seakan tanpa beban hidup. Di zaman sekarang, masih ada orang seperti ini, yang duduk berjam-jam tanpa melakukan hal apapun yang produktif. Persis hanya nongkrong dan sekali-sekali melakukan beberapa hal yang tidak berfaedah. Curhat, ngegame, ceng-cengan , memikirkan hal aneh, adalah contoh dari banyak hal tidak bermanfaat yang biasa dilakukan. Yang jelas apapun yang dilakukan di sini memang tidak ada manfaanya. Orang-orang di tempat ini, sering kali  tidak  mengontrol kata-kata. Apa saja diucapkan. Tidak peduli akhlak, adab, maupun sopan santun. Serendah-rendahnya perkataan ada semua di sini. Jika o...

Ngopi Lagi Bung

Gambar
Ah, kau terlalu sok tau bung. Argumenmu itu tak lebih baik dari mahasiswa semester satu yang baru membaca satu buku. Tapi gayamu sudah seperti tau segalanya. Kau mengatakan "gua tau semua", haha saya tertawa saja dalam hati. Perkataanmu itu lucu, lebih lucu dari pertunjukan standup comedy yang biasa saya tonton di tv. Mana ada orang tau banyak yang bilang kalau dia mengetahui segalanya, tidak ada. Justru saya yakin  kalau orang yang banyak tahu cenderung lebih diam dan tidak banyak bicara. Lagipula kalau boleh jujur, apa yang kau bicarakan itu tidak sama sekali mewakili sebagian kecil sekalipun dari apa yang saya ketahui tentang hal itu. Kau seperti orang kampung yang datang ke Monas, dan ketika pulang bercerita seolah sudah tau semunya tentang Jakarta. Kau masih membuat saya tertawa bung. Kau bilang "gua ini mau ngasih tau lu aja fren". Haha memang kau pikir kau ini ngasih tau siapa. Kau ngasih tau seseorang tentang suatu hal, yang orang tersebut menggeluti bi...

Terpejam

Gambar
Akhir-akhir ini malam menjadi tidak biasa. Mata sulit sekali rasanya untuk dipejamkan, padahal habis beraktivitas sehari penuh, berangkat pagi pulang sore. Kali ini memang tidak biasa. Karena biasanya jika sulit tidur seperti ini, karena ada hal penting yang dipikirkan, atau karena dikejar target untuk mengerjakan sesuatu. tapi kali ini sepertinya tidak karena keduanya. Jika sudah begini, rasanya bingung mau mengerjakan apa. Menonton tv bosen, mengerjakan skripsi rasanya sudah pengen muntah karna sejak pagi sudah berurusan dengannya, dan mau chatting tapi Jomblo tidak ada teman. Memang nasib. Tapi malam seperti ini biasanya mendatangkan inspirasi. Karena  bagi saya, keheningan yang ada rasanya membuat metabolisme tubuh menjadi tenang, tentram dan merasakan keseimbangan. Karena itulah inspirasi bisanya menghampiri. Tentang apa saja, bisa inspirasi literasi, visual, maupun musik. Makanya saya kira, penulis, pelukis, ataupun pemusik itu biasa berkarya di keheningan. Dan keheninga...

Yakinkanlah

Gambar
Selamat pagi. Akankah kau datang hari ini? Bertemu bercengkrama seperti dulu. Ataukah sama seperti hari-hari yang sudah? Kau tak kunjung datang di tengah penantian ku yang panjang. Sudah, kau tidak usah memaksa jika belum ingin datang. Tapi yakinkanlah bahwa suatu saat kau pasti akan datang padaku. Kapanpun itu, yakinkanlah.

Rindu

Gambar
Saya rindu saat-saat seperti ini. Di mana keadaan yang mendesak dan menekan membuat diri ini menjadi semakin semangat untuk segera mencapai sesuatu yang dituju. Tantangan memang membuat saya lebih ingin bergerak dan mengerjakan segala sesuatu. Layaknya tahun lalu, ketika saya diamanati menjadi ketua umum di salah satu organisasi mahasiswa, hari demi hari seakan berjalan begitu cepat, karena sepanjang waktu ada rentetan masalah demi masalah mendesak yang harus segera diselesaikan. Saat-saat itu, jiwa ini terasa semakin tertantang, tidak apatis, dan produktif dengan segala capaian yang meskipun tidak seberapa. Berbeda jauh ketika masalah-masalah tersebut hilang seiring dengan selesainya amanah yang saya emban. Beberapa kebiasaan baik yang dulu sering sekali dilakukan seperti bersosialisasi dengan orang-orang, rajin membaca buku, dan menyegerakan tugas-tugas yang ada, hilang seiring waktu. Karena saya bukanlah termasuk orang yang mandiri, yang bisa membuat tantangan dan masalah sendir...

Sore yang menakjubkan

Gambar
memang begitu cantik sore itu. Saya sampai pangling ketika tiba-tiba saja kamu muncul di hadapan saya dengan senyum manismu itu. Setelah sekian lama, pertemuan di sore itu ibarat pelepas peluh dan dahaga yang sudah tidak lagi tertahankan. atau mungkin, seperti dalam ungkapan Sapardi Joko Darmono, pertemuan di sore itu bagai "hujan di bulan Juni", yang kedatangannya begitu ditunggu dan dinanti. Begitu kagetnya saya sore itu, ketika kamu datang tanpa permisi, yang tetiba saja mengundang kembali memori yang telah lalu. Kamu memang begitu cantik, ketika saya diam-diam menjelajahi matamu yang sedikit sayu, sambil berbasa-basi melontarkan beberapa pertanyaan kepadamu, dan kau menjawabnya. Suaramu bagitu khas, lembut dan amat pelan, begitu nyaman terdengar di telinga, sehingga saya  mencoba menghafal suaramu. Supaya jika wajahmu nanti hilang dalam ingatan, minimal saya akan tetap ingat suaramu. Ada satu hal yang tidak berubah darimu. yaitu tutur, sikap, dan gaya berbusan...