Kebahagiaan, ternyata bukanlah tentang 'apa', tapi tentang 'bagaimana'. Bukanlah apa yang ada dan didapat, melainkan bagaimana menyikapi segala yang ada. Hal-hal kecil, jika disikapi dengan baik dan disyukuri, sudah pasti menjadi kebahagiaan. Sebaliknya hal-hal besar, bagus dan mewah jika dipandang dan disikapi dengan sempit dan selalu ingin lebih, sampai kapanpun tidak akan menjadi kebahagiaan. Kebahagiaan, juga ternyata juga bukan apa yang di lihat orang sebagai kebahagiaan, tapi kebahagiaan itu ada dalam diri, dan hanya bisa dirasakan oleh diri sendiri. Mungkin saja orang memandang bahwa Si A itu bahagia dengan segala yang didapat, tapi siapa yang tahu, yang merasakan bahagia atau tidak hanya Si A, mungkin saja dia tidak bahagia. Makanya salah jika mengukur kebahagiaan dari bagaimana orang memandang. Hal demikian saya rasakan beberapa hari yang lalu, waktu mengunjungi perpustakaan PP. Muhammadiyah di daerah Menteng. Tujuan saya ke sana yaitu untuk mencari sumber ...
Komentar